Selasa, 04 Oktober 2016

3 Gangguan Tidur yang Jarang Diketahui

Bicara soal gangguan tidur, orang-orang mungkin akrab dengan istilah sleepwalking, mimpi buruk atau night terror. Namun ada gangguan lain yang jarang dibicarakan namun benar-benar ada.

Hasil gambar untuk gangguan tidur

Gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Beragam penelitian menyebut gangguan tidur menandakan adanya masalah kejiwaan hingga gangguan di otak.

Beberapa gangguan tidur seperti hypnagogic hallucination, sindrom kepala meledak hingga seksomnia diragukan keseriusan bahayanya, padahal kondisi ini benar-benar ada. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjabarannya:

1. Hypnagogic hallucination

Pernah merasa limbung, mendengar suara-suara aneh atau melihat penampakan saat baru bangun tidur? Tenang, Anda tidak sedang mengalami kondisi supernatural. Pakar mengatakan hal ini disebut sebagai hypnagogic hallucination.

Herbert Silberer, pakar alam bawah sadar, mengatakan hypnagogic hallucination tidak berbeda dengan sleep paralysis. Hanya saja hypnagogic hallucination terjadi ketika seseorang baru bangun tidur sementara sleep paralysis terjadi saat seseorang tidur.

"Anda mungkin lebih familiar dengan istilah setengah bangun, di mana Anda melihat penampakan atau suara yang sebenarnya tidak ada, namun hanya berupa representasi hal-hal yang sedang Anda pikirkan sebelumnya," tuturnya.

2. Sindrom kepala meledak

Sindrom kepala meledak atau exploding head syndrome tidak benar-benar membuat kepala Anda meledak. Sindrom ini biasanya ter jadi ketika Anda tidur nyenyak, tapi tiba-tiba bangun oleh suara keras dan tajam seperti ledakan, bahkan kadang-kadang digambarkan sebagai suara bom, pistol, atau simbal.

Tidak ada rasa sakit atau bahaya yang terjadi pada sindrom ini. Penyebab pasti sindrom kepala meledak pun belum diketahui, tapi diyakini hal ini terkait dengan penyakit serius.

Cara mengobati sindrom kepala meledak sama seperti parasomnia lainnya dengan mengurangi stres, menghindari pemicu potensial seperti obat dan alkohol, dan tidur teratur.

3. Seksomnia
Seksomnia merupakan salah satu kondisi parasomnia (aktivitas abnormal tertentu yang terjadi selama tidur). Orang dengan seksomnia mengalami gangguan di mana akan bertindak seksual ketika tidur, misalnya melakukan masturbasi dan hubungan seks dalam keadaan tidak terjaga.

Cara mengobati gangguan ini adalah dengan mengamankan lingkungan tidur dan tidur sendirian sampai kondisi membaik. Mengobati gangguan tidur lain, berhenti menggunakan obat-obatan terlarang atau berhenti minum minuman beralkohol dapat membantu mengatasi seksomnia. Dalam beberapa kasus, obat-obatan diperlukan untuk mengatasi seksomnia.

Anak Yang Melakukan Pengobatan Alternatif Lebih Jarang Diimunisasi

Pernah melakukan pengobatan alternatif membuat anak jarang diimunisasi oleh orang tuanya. Hal ini dibuktikan oleh studi terbaru dari Amerika Serikat.

Hasil gambar untuk anak jarang di imunisasi

Studi yang dilakukan oleh William Bleser dari Pennsylvania State University menyebut pengobatan alternatif seperti akupunktur dan chiropractic dipercaya orang tua lebih baik daripada imunisasi. Penelitian dilakukan kepada lebih dari 9.000 anak di Amerika Serikat.

"Pengobatan alternatif membuat orang tua terpengaruh oleh para praktisi akupunktur atau chiropractic yang secara terang-terangan mendukung gerakan anti-vaksin," tutur Bleser, dikutip dari Reuters.

Hasil penelitian Bleser menyebut hanya 33 persen anak yang mendapat pernah menjalani pengobatan alternatif mendapat imunisasi dari orang tuanya. 35 Persen lainnya mendapat imunisasi dasar tapi tidak rutin melakukan imunisasi influenza.

Di sisi lain, 43 persen anak yang tidak pernah mendapat pengobatan alternatif mendapat imunisasi lengkap, termasuk imunisasi influenza. Hasil studi juga menyebut anak yang diberi multivitamin secara rutin lebih jarang mendapat pengobatan alternatif.

Hanya 17 persen dari anak yang rutin mengonsumsi multivitamin pernah melakukan pengobatan alternatif. Selain itu, 45 persen anak yang mendapat multivitamin juga mendapat imunisasi lengkap, termasuk imunisasi influenza.

Bleser mengatakan selain pengaruh terapis pengobatan alternatif, ada hal-hal lain yang juga memengaruhi keputusan orang tua untuk tidak mengimunisasi anak. Kondisi tempat, latar belakang kebudayaan serta status ekonomi keluarga menjadi beberapa hal yang memengaruhi keputusan keluarga untuk berobat ke pengobatan alternatif.

"Seringkali orang tua yang memiliki latar belakang religius lebih memilih pengobatan alternatif daripada pencegahan melalui imunisasi," tuturnya.

INGGAT! Donor Asi Hanya Bersifat Sementara

Kebutuhan akan donor ASI menjadi penting ketika berada dalam situasi genting di mana bayi butuh asupan tetapi ibu tidak menghasilkan ASI atau si anak sakit sehingga ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif.


Hasil gambar untuk donor asi

Akan tetapi dokter berpesan agar jangan sampai ini keterusan. "Misal rumah sakit melakukan donor ASI, namun tidak mengelola si ibu dengan baik. Akhirnya si ibu beneran jadi berhenti ASI-nya," 

Padahal ketika seorang ibu membutuhkan donor ASI, bukan berarti ia tidak bisa menghasilkan ASI sama sekali. Hal ini justru benar-benar terjadi jika rumah sakit membiarkan si ibu bergantung kepada donor ASI.

Oleh karena itu, ketika dokter atau rumah sakit memutuskan agar seorang ibu menggunakan donor ASI, mereka harus tetap melaksanakan tahapan-tahapan yang dibutuhkan agar ibu bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

"Step-step-nya tetap harus dikerjain. Nggak pakai donor ASI, bisa pakai sendok. Nah lebih bagus lagi pakai SNS (Supplemental Nursing System) atau NGT, yaitu dengan menggunakan selang," pesannya.

Namun dokter memungkiri jika 'budaya' suportif terhadap pemberian ASI eksklusif ini masih belum berkembang dengan baik, bahkan di kalangan rumah sakit sendiri. Hanya ada segelintir rumah sakit yang suportif terhadap ibu dalam memberikan ASI eksklusif.

"Ingat, donor ASI itu sifatnya sementara! Jika kondisi ibu atau bayi membaik, maka akan diberikan ASI ibunya kembali. Itu yang benar," 

"Ibu kita anggap sebagai tim, agar ia merasa bahwa ASI ini obat untuk si bayi, agar tetap memerah. Kalau bayinya sudah bisa keluar maka diperbolehkan digendong. Itu bermanfaat sekali karena saat sudah ada rangsangan bisa memerah ASI,".

Jumat, 30 September 2016

Hati-hati jika anak diare

Jika anak anda mengalami diare, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena hal terpenting pada anak yang mengalami diare adalah cairan tubuh yang berkurang.

Seorang anak yang mengalami diare, maka yang ditakutkan adalah kurangnya cairan tubuh yang ada di dalam tubuh.




Tanda  anak kekurangan cairan atau dehidrasi biasanya terlihat dari luar/ dari bentuk fisiknya
·         Pertama, mata sang anak tampak cekung
·         Kedua, cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat
·         Ketiga, anak menjadi rewel, namun jika dehidrasi sudah termasuk ke dalam fase berat biasanya anak biasanya sangat lemah dan tidak mau menangis sama sekali

Harap berhati-hati jika anak anda sudah mengalami tiga gangguan di atas karena gejala tersebut diatas menunjukkan jika dehidrasi pada anak anda sudah masuk ke dalam taraf yang berat/ berbahaya jika tidak segera ditanggulangi.

Penanganan pertama anak yang menderita diare adalah dengan pemberian cairan. Suruh anak banyak-banyak minum. Jika anak tidak mau minum cairan oralit, maka boleh dicoba minuman pocari sweat atau cukup air putih/ air gula saja.

Jika anak tidak mau minum atau setiap kali minum muntah-muntah maka sebaiknya anak segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemasangan infus. Pemasangan infus bertujuan untuk mengembalikan asupan cairan yang habis atau hilang akibat diare tadi.

Kamis, 29 September 2016

Bunda, Waspadai Masalah Pada Bayi Baru Lahir

Bayi yang baru lahir dan menjalani minggu-minggu pertama kehidupan akan mengembangkan beberapa masalah kesehatan. masalah tersebut wajar terjadi karena organ tubuh bayi belum mmpu berfungsi optimal, tetapi orangtua perlu mencari tahu cara mengatasinya.

Hasil gambar untuk ciri masalah pada bayi baru lahir

Berikut beberpa masalah kesehatan yang wajar terjadi pada bayi baru lahir: 

1. Muntah atau gumoh
Para ahli mengatakan muntah atau gumoh pada bayi yang disebabkan karena refluks asam, adalah hal yang normal pada bayi yang bersendawa, batuk atau menangis setelah minum susu. Gumoh terjadi pada separuh dari semua bayi sampai berusia 1 tahun.

Bayi gumoh terutama disebabkan karena katup antara kerongkongan dan perut belum mampu bekerja dengan sempurna sehingga hal ini dapat mengakibatkan refluks asam. Minimalkan kemungkinan bayi gumoh dengan menjaga bayi tetap tegak hingga 45 menit setelah menyusui dan menghindari popok terlalu ketat.

Pilihlah ukuran puting botol susu yang sesuai agar tidak terlalu banyak cairan yang diminum bayi atau arus susu yang lambat karena bayi dapat mengisap lebih kuat hingga meningkatkan udara yang masuk ke perut bersama susu.

2. Sakit perut
Jika bayi menangis selama lebih dari 3 jam sehari atau selama 3 hari seminggu dan bertahan hingga berminggu-minggu, mungkin bayi mengembangkan kolik yang menyebabkan sakit perut. Kondisi ini normal dan banyak dialami oleh bayi yang baru lahir.

Biasanya kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya saat bayi berusia 3 sampai 4 bulan. Para ahli percaya bahwa hal ini disebabkan karena bayi belum terbiasa dengan lingkungan barunya sehingga Anda mungkin dapat meringankannya dengan membedong bayi dan membuatnya nyaman.

3. Flu
Infeksi saluran pernapasan atas yang ditandai dengan hidung tersumbat, pilek, batuk, dan mungkin demam yang sangat lumrah terjadi pada bayi. Bahkan kadang-kadang, bayi mengalami 8 sampai 10 kali flu dalam satu musim.

Hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi belum dapat bekerja dengan optimal. Cobalah mengatasi hidung tersumbat dengan tetes garam atau segera menghubungi dokter jika bayi mengembangkan demam.

4. Sembelit
Setiap bayi memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda. Sementara beberapa bayi buang air besar hingga tiga sampai lima kali sehari, bayi yang lain dapat buang air besar sekali selama 3 hari. Susu formula biasanya menyebabkan intensitas buang air besar pada bayi lebih sedikit dibanding bayi yang minum ASI.

Tanda-tanda sembelit pada bayi adalah bayi tampak tegang atau mengejan ketika buang air besar tetapi tidak ada kotoran yang keluar atau keluar darah dari anus akibat terlalu kuat mendorong tinja. Yang pertama kali dilakukan orangtua untuk mengatasi hal ini adalah memastikan penyebabnya, apakah karena perubahan makanan dari ASI ke susu formula atau makanan padat.

Jika bayi Anda sembelit selama fase transisi pemberian makanan padat, cobalah memberikan bubur buah pir atau plum. Tetapi jika sembelit tidak ada hubungannya dengan transisi makanan, periksakan bayi ke dokter.

5. Diare
Tinja berair lebih mengkhawatirkan daripada sembelit. Diare dapat disebabkan oleh sesuatu yang Anda makan jika Anda menyusui atau jika bayi mengalami infeksi. Bayi dapat mengalami dehidrasi jika buang air besar dengan tinja yang berair lebih dari 5 - 8 kali selama 8 jam.

Tanda-tanda lain termasuk menangis tanpa air mata, jarang buang air kecil dan mata yang terlihat cekung. Anda mungkin perlu memeriksakan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan cairan oralit yang mengandung elektrolit untuk menghidrasi tubuh.

Minggu, 25 September 2016

ASI meningkatkan IQ anak

ASI telah diketahui mempunyai banyak manfaat, bahkan World Health Organization (WHO) menyarankan para ibu yang baru saja melahirkan untuk memberi bayi mereka ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Mengapa ASI Ekslusif? Banyak bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi dari ASI mampu memberikan manfaat kesehatan untuk anak Anda. Selain berguna untuk meningkatkan sistem imun, ASI pun ternyata mempunyai efek yanga sangat besar untuk mencegah terjadinya penyakit asma dan bakteri anak. Selain itu, anak yang diberikan asi eksklusif pun bisa terhindar dari kegemukan atau obesitas.
air susu ibu

air susu ibu

Tak hanya sampai disitu, ASI bisa memberikan manfaat lainnya yaitu meningkat intelensia alias IQ anak, benarkah demikian?
Penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa anak yang diberikan ASI memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik saat usianya 3 tahun. Mereka pun memiliki skor IQ yang tinggi saat usianya 7 tahun. Skor IQ bayi yang diberikan ASI di awal kehidupannya ini bertambah 4 poin.

"Kami menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI lebih dari enam bulan, dia akan memiliki kemampuan verbal dan IQ yang lebih banyak sekitar 4 poin dibandingkan teman seusianya ketika nanti berusia 6 tahun," jelas Profesor Wendy Oddy. Dikutip dari ABC Australia, Jumat (26/9/2014).
Bahkan profesor Michael Kramer, seorangkonsultan paeditrician di WHO telah menemukan fakta anak yang rajin diberi ASI oleh ibunya akan memiliki IQ yang tinggi saat dia berusia 6 tahun. Penyebabnya adalah dalam ASI terdapat banyak lemak sehat Omega-3 yang sangat berguna untuk perkembangan otak.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh ibu untuk membangun kemampuan kognitifnya, "bermain dengan anak, rajin mengobrol dengan anak, membaca bersama anak, memberikan makanan kaya nutrisi, memberikan aktivitas fisik, dan tidak merokok, semua hal itu bisa menstimulasi perkembangan kognitif si kecil," tutup Prof Kramer.

Selasa, 20 September 2016

ANAK OBESITAS DAN GANGGUAN BELAJAR

Anak yang mengalami obesitas mempunyai gangguan kesehatan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak normal sebayanya. Anak yang terlampau gemuk akan berhadapan dengan risiko mengidap diabetes, serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya ketika dewasa.
Tahukah anda, anak gemuk juga mengalami kesulitan dalam belajar di sekolahnya? Berdasarkan studi terbaru dari Inggris menyebutkan anak yang gemuk akan mempunyai nilai rata-rata di bawah anak lain dengan berat badan normal.




"Efeknya memang tidak instan. Tetapi biasanya, anak yang kegemukan ketika bersekolah di sekolah dasar akan mengalami penurunan nilai ketika masuk ke tingkatan selanjutnya yakni sekolah menengah," tutur Anne Martin, Jumat (26/9/2014).
Anne Martin adalah seorang kandidat PhDdari Edinburgh University mengatakan bahwa faktor kegemukan ini banyak diabaikan oleh para guru sekolah. Padahal dari 14 penelitian yang dianalisisnya menemukan hasil yang sama, yakni anak yang kegemukan cenderung mengalami penurunan nilai secara bertahap.
Namun penelitian ini masih belum selesai karena Martin mengaku memang belum mengetahui apa penyebab pastinya. Nah, hasil lain yang ditemukannya adalah ternyata anak perempuan lebih rentan mengalami penurunan nilai dibandingkan anak laki-laki. Hanya dalam satu semester, anak perempuan dapat mengalami penurunan dari nilai rata-rata C menjadi D.

Menurut Martin, bisa jadi anak gemuk malah semakin gemuk karena guru tak memberikan dukungan dan membiarkan terjadinya bullying bagi anak-anak yang gemuk. Tidak boleh memberikan panggilan nama julukan yang jelek untuk anak gemuk. Guru juga seharusnya paham bahwa murid terlalu gemuk tidaklah baik dan memberikan pemahaman tersebut kepada orang tua muridnya.

ANAK OBESITAS DAN GANGGUAN BELAJAR

Anak yang mengalami obesitas mempunyai gangguan kesehatan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak normal sebayanya. Anak yang terlampau gemuk akan berhadapan dengan risiko mengidap diabetes, serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya ketika dewasa.
Tahukah anda, anak gemuk juga mengalami kesulitan dalam belajar di sekolahnya? Berdasarkan studi terbaru dari Inggris menyebutkan anak yang gemuk akan mempunyai nilai rata-rata di bawah anak lain dengan berat badan normal.




"Efeknya memang tidak instan. Tetapi biasanya, anak yang kegemukan ketika bersekolah di sekolah dasar akan mengalami penurunan nilai ketika masuk ke tingkatan selanjutnya yakni sekolah menengah," tutur Anne Martin, Jumat (26/9/2014).
Anne Martin adalah seorang kandidat PhDdari Edinburgh University mengatakan bahwa faktor kegemukan ini banyak diabaikan oleh para guru sekolah. Padahal dari 14 penelitian yang dianalisisnya menemukan hasil yang sama, yakni anak yang kegemukan cenderung mengalami penurunan nilai secara bertahap.
Namun penelitian ini masih belum selesai karena Martin mengaku memang belum mengetahui apa penyebab pastinya. Nah, hasil lain yang ditemukannya adalah ternyata anak perempuan lebih rentan mengalami penurunan nilai dibandingkan anak laki-laki. Hanya dalam satu semester, anak perempuan dapat mengalami penurunan dari nilai rata-rata C menjadi D.

Menurut Martin, bisa jadi anak gemuk malah semakin gemuk karena guru tak memberikan dukungan dan membiarkan terjadinya bullying bagi anak-anak yang gemuk. Tidak boleh memberikan panggilan nama julukan yang jelek untuk anak gemuk. Guru juga seharusnya paham bahwa murid terlalu gemuk tidaklah baik dan memberikan pemahaman tersebut kepada orang tua muridnya.

Senin, 19 September 2016

CADEL PADA ANAK

Cadel merupakan gangguan yang biasa terjadi ketika mengucapkan huruf tertentu. Huruf paling sering sulit dilafalkan dengan benar adalah R yang berubah menjadi L. Cadel terjadi karena gangguan fungsi lidah. Selain anatomi lidah kebiasaan melafalkan huruf sok unyu menjadi penyebab cadel tidak berkurang hingga usia dewasa.




Faktor Penyebab Cadel
Rongga mulut dan bagian-bagiannya termasuk lidah, langit-langit dan gigi merupakan organ utama dalam berkomunikasi. Melafalkan huruf-huruf baik konsonan maupun vokal tergantung pada anatomi rongga mulut dan bagian-bagiannya. Lidah tidak hanya berperan dalam proses pencernaan makanan namun juga berperan penting pada artikulasi udara ketika mengucapkan huruf sesuai seperti harapan.
Jika seseorang mengalami cadel organ paling berperan sebagai penyebab adalah lidah. Cadel dapat terjadi karena bentuk anatomi lidah yang tidak berkembang sempurna atau terjadinya ketidaksesuaian panjang pada frenulum linguae yaitu lapisan kulit yang menguhubungkan lidah dengan dasar rongga mulut. Akibatnya lidah sulit bergetar sehingga beberapa huruf tertentu terutama R akan sulit dilafalkan. Bibir, rahang, langit-langit yang tidak sempurna seperti yang dialami penderita sumbing juga menjadi penyebab terjadinya cadel.

Gangguan psikologis dan mental seperti down syndrome, palsi serebral dan autism serta gangguan syaraf akibat penyakit stroke dan Parkinson merupakan faktor pemicu terjadinya cadel. Namun yang perlu diingat kebiasaan orang tua mencadel-cadelkan ketika berbicara dengan balita dapat mendorong balita menirukan dan meneruskan kebiasaan ini hingga tumbuh dewasa.

Sok Unyuk yang Tak Lagi Lucu
“Duh anak Mama tantiknya habis mandi lambutnya wangiii”, “cini cayang duduk dekat Mama”, “Mamam dulu dicuapin Mama baru minum cucu ya?” ucapan-ucapan sok imut ini mungkin terdengar lucu dan mesra di telinga tetapi bisa menimbulkan gangguan berbicara. Jika hal ini menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan salah persepsi pada sang anak. Bisa jadi si anak menganggap bahwa huruf S dilafalkan seperti huruf C, huruf C diucapkan menjadi T dan huruf L seolah sama dengan huruf R.

    Cara berkomunikasi dapat terjadi karena kebiasaan mendengar. Agar anak tidak terbawa mengucapkan huruf yang salah hendaknya sejak dini orang tua memainkan peran sebagai pemantau cara bicara anak. Hindari berkomunikasi dengan cara mencadelkan huruf (baby talk) agar anak terbiasa mendengar huruf-huruf diucapkan secara benar.

Stress Akibat Terlalu Banyak Les? Bukan Hisapan Jempol Belaka

Akhir November lalu dunia sosial media dikejutkan dengan berita tentang pasien klinik jiwa yang baru berusia enam tahun di sebuah rumah sakit di Jakarta. Terlepas dari berita tersebut benar atau hoax tekanan jiwa bisa menyerang tanpa pandang usia. Tekanan jiwa yang diderita pada usia muda bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan maupun orang tua.

anak stress

Stress Pada Anak-anak Usia Sekolah
Kabar tentang stress yang dialami anak usia enam tahun akibat terlalu banyak mengikuti les sekilas terdengar mengada-ada. Namun jika ditelusuri lebih jauh tekanan jiwa dapat menyerang siapapun tanpa mengenal jenis kelamin dan usia. Stress dan depresi terjadi karena seseorang berada dalam kondisi yang membuatnya tidak bahagia. Kondisi tersebut bisa timbul karena kekecewaan, ketakutan, kekhawatiran tidak mencapai ekspektasi atau kelelahan di luar batas.

Dunia anak-anak seharusnya dunia penuh keceriaan. Anak-anak usia dini tidak selayaknya dituntut mencapai berbagai macam prestasi. Pembelajaran dan pembekalan ilmu pengetahuan serta ketrampilan berbahasa hendaknya disampaikan melalui cara yang menyenangkan. Menjejali anak-anak dengan berbagai kursus dengan harapan mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dan tidak ketinggalan zaman bukan tindakan bijaksana. Alih-alih meraih prestasi anak-anak dengan aktivitas belajar berlebihan bisa menimbulkan gangguan kejiwaan yang disebut sebagai mental hectic.

Mental hectic bisa terjadi karena anak-anak merasa masa bermainnya tersita untuk aktivitas belajar. Mereka merasa tertekan dan tidak menikmati periode yang seharusnya penuh dengan kegembiraan. Gangguan kejiwaan pada anak-anak karena beban pelajaran dapat ditandai berbagai gejala seperti halusinasi, gangguan perilaku, mengompol, berbicara melantur dan ketakutan tanpa sebab.
Tips Menghindarkan Anak dari Stress
    Hidup membutuhkan keseimbangan. Dunia anak adalah dunia bermain tanpa meninggalkan pengajaran budi pekerti dan dasar-dasar pengetahuan. Agar anak tidak mudah tertekan orang tua perlu memahami dunia anak. beberapa tips yang perlu diperhatikan adalah:
Menghindari anak terlalu lama belajar di kelas. Usia terlalu dini untuk masuk sekolah adalah salah satu faktor pemicunya
Menghindari tuntutan agar anak meraih prestasi tertentu. Biarkan anak mengoptimalkan bakat dan kemampuan
Menghindari memaksakan anak-anak untuk terus belajar sementara mereka menunjukkan gejala jenuh. Berikan waktu untuk bermain di sela waktu belajar atau jam sekolah.
Anak-anak memiliki keunikan tersendiri. Orang tua yang bijak tidak membebani anak dengan berbagai tuntutan. Namun mendukung anak-anak mengembangkan bakat dan kemampuan serta membimbing di jalan yang benar.

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak

Anak memang lebih mudah terkena penyakit dibandingkan orang tuanya. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemahaman pada anak untuk menjaga kesehatannya. Sebagai contoh seorang anak tetap merasa nyaman bermain dengan teman atau saudaranya yang sedang sakit. Seorang anak tetap suka minum es walaupun ia sedang tidak sehat. Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan si buah hati agar tidak mudah terserang penyakit.


Hasil gambar untuk anak

Untuk menjaga kesehatan anak sebenarnya tidaklah susah (kalau dibandingkan merawat disaat ia sedang sakit). Ada 7 langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar si kecil kuat menghadapi serangan penyakit.

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak
Berikut 7 langkah mudah (hampir semua orang bisa melakukannya) untuk menjaga kesehatan si kecil

1. Makanan Bergizi yang Cukup
Makanan bergizi tidak harus mahal. Nasi ditambah dengan sayuran yang masih segar (bukan sayuran kemarin atau sayuran yang sudah dipanasi) sudah cukup dianggap sebagai makanan bergizi. Biasakan si kecil suka makan sayur agar tubuhnya tetap sehat. Berbagai sayuran mampu menyediakan vitamin, dan berbagai zat yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh.

2. Biasakan Makan Buah
Hampir semua jenis buah memiliki nilai gizi yang baik untuk anak. Buah-buahan tersebut tidak harus mahal. Pisang, jeruk, apel sangat baik untuk kesehatan anak. Bila anak kurang suka makan buah maka hidangkan buah tersebut dalam bentuk jus. Bila tidak memiliki alat untuk membuat jus maka parut saja buah tersebut dan ambil air (sari) nya saja. Sebagai catatan buah yang mudah dikunyah seperti pisan dan pepaya bisa diberikan secara langsung, sementara jeruk sebaiknya diperas saja.

3. Istirahat yang Cukup
Seorang anak kecil masih harus memiliki waktu tidur siang dan malam. Biasakan siang tidur minimal 1 jam dan malam minimal 8 jam. Dengan waktu istirahat yang cukup, tubuh dapat kembali memperbaiki dirinya dan melawan segala gangguan penyakit yang masuk ke tubuh. Anak yang kurang tidur biasanya mudah rewel dan juga mudah sakit.

4. Madu untuk Anak
Khasiat madu sebagai obat alami untuk menjaga kesehatan memang telah terbukti. Pemberian madu secara rutin kepada anak akan membuat anak lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit.

5. Bersihkan Kamar si Kecil
Secara periodik bersihkan kamar si kecil. Ganti sprei dan sarung bantal guling minimal seminggu sekali dan bersihkan kamarnya dari benda yang tidak berguna. Sapu lantainya sehari dua kali dan pel 2 kali seminggu. Dengan demikian kamar di kecil tetap bersih dan tentu saja nyaman.

6. Buatlah si Kecil Senang
Terus menerus mengurung si kecil di rumah (sekalipun disediakan berbagai macam mainan) akan membuat ia bosan. Ajaklah di kecil jalan-jalan keluar rumah agar hatinya senang. Menyenangkan anak tidak harus mengeluarkan biaya mahal, ajak naik motor ke keramaian atau naik sepur kelinci akan membuat hatinya berbunga-bunga. Pikiran yang bahagia secara tidak langsung juga akan membuat si kecil lebih sehat.

7. Jangan Melindungi Terus
Membiarkan anak bermain tanah atau air akan membuat tubuhnya ‘mengenal’ berbagai kuman, virus, atau bakteri. Dari pengenalan itulah tubuh akhirnya mampu menghasilkan antibodi untuk melawan kuman, virus, atau bakteri tersebut. Dengan demikian anak tidak akan mudah sakit. Hal ini berbeda dengan anak yang selalu dijaga terus. Tubuhnya tidak mampu ‘melawan’ jika ada penyakit datang karena tidak pernah ‘berkenalan’ dengan sumber penyakit.

Namun perlu diingat sebagai orang tua kita tetap memberikan rambu-rambu sampai sejauh mana anak boleh bermain.

Cara menjaga kesehatan Anak agar tidak mudah sakit

anak atau buah hati adalah titipan dari allah swt dan kita wajib merawatnya termasuk merawat kesehatan badanya.Apalagi saat musim pancaroba saat ini dimana keaadaan sangat tidak menentu yang memicu perkembangan yang sangat cepat pada bibit-bibit penyakit yang berbahaya untuk kesehatan anak kita. apakah anda mau buah hati anda jatuh sakit? pasti tidak mau,maka dari itu baca terus artikel ini sampa selesai agar anak anda tidak jatuh sakit.

Cara menjaga kesehatan anak agar tidak mudah sakit



menjaga kesehatan buah hati kita memang sangatlah penting karena anak kita adalah penerus bangsa dan agama yang akan menjadi pemimpin bangsa kelak.cara mudah menjaga kesehatan anak yaitu :

A. Pola makan
pola makan yang di maksud adalah kebutuhan nutrisi,vitamin dan lainya tercukupi dengan makanan 4 sehat 5 sempurna.selain itu porsi makanan setiap harinya harus pas atau ideal maksudnya jangan berlebihan atau kurang maka dari itu harus pas.
B. menjaga kebersihannya
dalam keadaan kotor kuman dan bibit penyakit cepat berkembang biak,Maka dari itu anda sebagai orang tua WAJIB menjaga kebersihannya seperti :
1. menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.
2. menjaga kebersihan kuku dan anggota tubh yang lainya.
3. menjaga kebersihan pakaiannya.

C. istirahat yang cukup
istirahat adalah proses untuk meringankan beban otak, selain itu juga pertumbuhan tubuh anak juga terjadi pada waktu beristirahat. tidur 8 jam sehari sudah cukup untuk anak.
D. cepat bertindak
cepat bertindak maksudnya anda harus cepat menanganinya jika anak anda mengelamin gejala seperti sakit kepala,batuk,demam atau penyakit lainya agar tidak terlambat.
mengajari anak untuk hidup sehat itu mudah jika anda tau caranya. dengan mengajari anak untuk selalu menjaga kebersihan seperti cuci tangan sebelum makan atau yang lainya,insyaallah anak anda bisa terjaga dan kebal terhadap berbagai penyakit terutama saat musim pancaroba saat ini. semoga artikel dengan judul Cara menjaga kesehatan anak agar tidak mudah sakit bisa bermanfaat untuk anda terutama untuk buah hati anda sebagai calon penerus bangsa dan agama.

Yuk Intip Kiat Menjaga Kesehatan Anak Di Usia 1-2 Tahun

Usia 12 bulan atau 1 tahun adalah masa di mana anak sedang aktif-aktifnya, dan mulai bereksplorasi. Mulai dari merangkak, hingga bermain sambil memasukan beragam benda ke dalam mulutnya. Saat ini adalah saat di mana bunda perlu memantau dan menjaga kesehatan anak dengan baik.

bunda yuk intip kiat menjaga kesehatan anak usia 1 - 2 tahun - alodokter

Seiring bertambahnya usia anak, semakin banyak hal baru yang perlu dipelajari dan dilakukan guna menunjang perkembangannya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan perkembangan anak dan apa yang diperlukan. Kreatif adalah salah satu hal yang penting bagi ayah dan bunda dalam menemani perkembangan Si Kecil.

bunda yuk intip kiat menjaga kesehatan anak usia 1 - 2 tahun - alodokter

Cintai Buah Hati dan Praktikkan Tips Ini
Guna menjaga kesehatan anak pada usia ini, bunda perlu lebih kreatif lagi dalam menghadapi anak. Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kesehatan anak usia 1 hingga 2 tahun yang bisa Anda praktikan.

Jaga makanan Si Kecil Pada usia ini, anak biasanya akan lebih penasaran dengan apa yang ada di sekitarnya. Termasuk makanan Anda, dan dengan begitu biasanya Anda akan terdorong untuk memberikan beragam jenis makanan pada anak. Tapi tunggu dulu, tidak semua makanan aman dikonsumsi anak pada usia ini. Beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari, salah satunya adalah makanan yang dapat membuatnya tersedak. Jika Anda ingin memberikannya buah atau sayuran, usahakan untuk memotongnya kecil-kecil. Misalnya memotong wortel ukuran dadu kecil atau makanan lainnya dengan ukuran yang sangat kecil. Selain memastikan ukurannya, pastikan juga tingkat kelembutan makanan yang diberikan kepada buah hati Anda. Hindari memberikan makanan ukuran kecil namun keras, seperti kacang, popcorn, permen, atau sejenisnya. Karena dapat menimbulkan infeksi bila tersangkut di jalur napasnya. Hindari juga makanan yang meski lembut, namun lengket. Makanan seperti marshmallow, atau permen karet juga dapat berpotensi tersangkut di tenggorokan anak Anda. Begitu juga dengan selai kacang, makanan ini juga termasuk berpotensi sulit untuk ditelan. Jadi, berhati-hatilah.

Lakukan imunisasi Imunisasi adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan anak Anda. Oleh karena itu, ingatlah baik-baik jadwal imunisasi anak Anda. Pada usia 12-18 bulan, imunisasi yang wajib dilakukan adalah imunisasi polio, DPT ulangan, MMR, tifoid, campak, hepatitis A, influenza, varisela, dan pneumokokus. Hubungi dokter anak Anda untuk mengetahui jadwal tepat imunisasi si Kecil.

Bermain dan belajar Isi waktu Anda dan Si Kecil dengan melakukan permainan yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga mengajarkannya beberapa hal dan mengasah motoriknya. Misalnya dengan melakukan permainan ‘isi ember’. Di mana Anda dan anak bermain mengumpulkan barang-barang. Bisa juga mengisi botol dengan biji-bijian atau beras. Sehingga, anak Anda akan belajar untuk membuat suara dari benda tersebut. Jika anak Anda sudah berusia di atas 18 bulan, Anda bisa membuatkannya play dough (adonan bermain). Caranya dengan memasukan satu cangkir tepung terigu, satu cangkir air, setengah cangkir garam, dua sendok makan krim tartar, perwarna makanan, dan satu sendok makan minyak. Aduk di atas api sedang sampai membentuk adonan.
Perhatikan waktu tidur Si Kecil Tidur merupakan kegiatan yang tidak kalah penting untuk anak-anak. Jaga kesehatan anak Anda dengan memperhatikan pola tidurnya. Tidur yang cukup dapat membantu tubuh anak untuk menangkal penyakit, dapat membantu pertumbuhannya, serta dapat membuat daya ingatnya lebih bagus, dan dapat berpikir jernih. Pada usia 1 – 3 tahun, seorang anak cenderung membutuhkan tidur setidaknya sebanyak 12 – 14 jam dalam sehari. Jadi pastikan anak Anda tidak melewati tidur siang dan tidak tidur terlalu larut.

Cuci tangan dan kaki sebelum tidur Selain untuk alasan kebersihan, mencuci tangan dan kaki sebelum tidur juga bertujuan untuk menjaga anak agar terhindar dari beragam penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya adalah penyakit kaki, tangan, dan mulut. Penyakit ini termasuk jenis yang sangat menular dan umumnya disebabkan oleh virus enterovirus. Anak usia 1 hingga 4 tahun termasuk berisiko terhadap penyakit ini. Jika anak Anda terkena penyakit ini, biasanya akan muncul luka melepuh atau ruam atau bintik merah di tangan dan/atau kaki. Ruam ini bisa berisi air dan membentuk gelembung kecil atau hanya datar. Anak juga mungkin akan mengalami sakit tenggorokan. Penyakit ini biasanya akan berlangsung selama 3 sampai 5 hari.
Anak merupakan anugerah yang indah bagi sepasang orang tua. Oleh karena itu, cintai dan perhatikan baik-baik kesehatan anak Anda. Jika merasa curiga anak Anda kurang sehat, periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dengan pasti.