Selasa, 04 Oktober 2016

Anak Yang Melakukan Pengobatan Alternatif Lebih Jarang Diimunisasi

Pernah melakukan pengobatan alternatif membuat anak jarang diimunisasi oleh orang tuanya. Hal ini dibuktikan oleh studi terbaru dari Amerika Serikat.

Hasil gambar untuk anak jarang di imunisasi

Studi yang dilakukan oleh William Bleser dari Pennsylvania State University menyebut pengobatan alternatif seperti akupunktur dan chiropractic dipercaya orang tua lebih baik daripada imunisasi. Penelitian dilakukan kepada lebih dari 9.000 anak di Amerika Serikat.

"Pengobatan alternatif membuat orang tua terpengaruh oleh para praktisi akupunktur atau chiropractic yang secara terang-terangan mendukung gerakan anti-vaksin," tutur Bleser, dikutip dari Reuters.

Hasil penelitian Bleser menyebut hanya 33 persen anak yang mendapat pernah menjalani pengobatan alternatif mendapat imunisasi dari orang tuanya. 35 Persen lainnya mendapat imunisasi dasar tapi tidak rutin melakukan imunisasi influenza.

Di sisi lain, 43 persen anak yang tidak pernah mendapat pengobatan alternatif mendapat imunisasi lengkap, termasuk imunisasi influenza. Hasil studi juga menyebut anak yang diberi multivitamin secara rutin lebih jarang mendapat pengobatan alternatif.

Hanya 17 persen dari anak yang rutin mengonsumsi multivitamin pernah melakukan pengobatan alternatif. Selain itu, 45 persen anak yang mendapat multivitamin juga mendapat imunisasi lengkap, termasuk imunisasi influenza.

Bleser mengatakan selain pengaruh terapis pengobatan alternatif, ada hal-hal lain yang juga memengaruhi keputusan orang tua untuk tidak mengimunisasi anak. Kondisi tempat, latar belakang kebudayaan serta status ekonomi keluarga menjadi beberapa hal yang memengaruhi keputusan keluarga untuk berobat ke pengobatan alternatif.

"Seringkali orang tua yang memiliki latar belakang religius lebih memilih pengobatan alternatif daripada pencegahan melalui imunisasi," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar